ernah lihat orang nyebut semua “AI” itu sama seperti ChatGPT? Tenang, kamu nggak sendirian. Di OtoKreasi, kita sering banget dengar obrolan garasi yang bilang, “Wah mobil ini ada AI, pasti kayak GPT dong ya?” Padahal… nggak sesederhana itu.
Mari kita luruskan miskonsepsi paling umum soal AI — dengan gaya santai tapi tetap berbobot.
AI Itu Apa? Dan Kenapa Banyak Orang Salah Kaprah?
AI (Artificial Intelligence) itu sebenarnya luas banget. Ada yang ukurannya segede server GPT, tapi ada juga yang sekecil butiran debu — literally bisa jalan di chip mini kayak ESP32.
Yang bikin orang salah paham adalah ledakan popularitas Generative AI, seperti:
- ChatGPT
- Gemini
- Claude
- Midjourney
Model-model ini bisa bikin teks, gambar, audio, kode, sampai video. Jadi end-user akhirnya mengira semua AI = ya seperti GPT itu.
Padahal voice command mobil, gesture control, dan deteksi sensor bukanlah Generative AI.
Itu jenis AI lain yang beda total.
AI yang Bekerja di Mobil Indonesia
Di mobil modern seperti BYD, Wuling, Hyundai, Honda, dan Toyota, AI yang bekerja kebanyakan adalah:
- Voice recognition sederhana (bukan GPT)
- Gesture detection
- Driver monitoring
- Camera object detection
- Smart safety
Model-model ini dirancang ringkas agar bisa berjalan offline, tanpa internet, di dalam chip khusus otomotif (Snapdragon Auto, NVIDIA Orin, MediaTek Auto).
AI yang bikin mobil bisa “mengerti kita” ini bukan generative — tapi predictive AI, vision AI, dan signal processing AI.
“Tidak semua AI itu pinter ngobrol. Ada AI yang cuma jago melihat, ada yang jago mendengar, ada yang jago mengenali pola sensor.”
Bisa Nggak AI Jalan di Mesin Kecil Kayak ESP32? Bisa Banget!
Ini poin penting yang jarang dipahami end-user:
✔ AI bisa berjalan di perangkat sangat kecil, seperti:
- ESP32
- Arduino Nano BLE
- STM32
- Raspberry Pi Pico
Tapi jenis AI-nya bukan generatif, melainkan TinyML (Tiny Machine Learning).
TinyML cocok untuk:
- deteksi kata pendek (“yes/no”)
- deteksi anomali sensor
- gesture sederhana
- klasifikasi suara mikrofon kecil
Dengan TensorFlow Lite Micro, ESP32 bisa menjalankan model AI berukuran 20 KB – 200 KB saja.
Bandingkan dengan GPT-4 yang mungkin ratusan miliar parameter — beda galaksi.
Masa Depan: Dari Garasi ke Algoritma
Kesalahpahaman publik akan terus muncul selama orang menganggap AI = ChatGPT.
Padahal masa depan AI justru berlapis-lapis:
- AI besar (LLM) untuk cloud dan mobil premium
- Edge AI untuk smartphone dan dashboard
- TinyML untuk sensor-sensor kecil
- Vision AI untuk kamera mobil
- Decision AI untuk ADAS
Gabungan semua ini bikin mobil masa depan makin cerdas — dari fitur kecil sampai sistem autopilot.
Kalau ingin lihat bagaimana AI “belajar mencari jalan pintas”, artikel ini bisa jadi pengantar menarik:
➡️ Internal link: Algoritma Pathfinding: Cara AI Cari Jalan Pintas di Google Maps
Kesimpulan
AI itu luas — generative AI hanyalah salah satu cabangnya. Teknologi kecil seperti ESP32 pun bisa menjalankan AI jenis tertentu.
- Share pendapat kamu di komentar!
- Ikuti OtoKreasi untuk update AI setiap hari.





