• Mudah Technology
Monday, January 12, 2026
  • Login
otokreasi
  • Garasi
  • Cerita Berita
  • Generative AI
  • Fitur AI
  • Telekomunikasi
  • Algoritma
  • Iklan
No Result
View All Result
  • Garasi
  • Cerita Berita
  • Generative AI
  • Fitur AI
  • Telekomunikasi
  • Algoritma
  • Iklan
No Result
View All Result
otokreasi
No Result
View All Result

Synchronous vs Asynchronous di JavaScript untuk Proses Paralel Efisien

admin by admin
December 20, 2025
in Algoritma
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Kalau kamu penggemar otomotif, pasti tahu dong gimana kerja mesin sekaligus bagian-bagian lain di mobil yang berjalan serempak, supaya performa optimal? Nah, di dunia pemrograman JavaScript, konsep ini juga mirip, dikenal dengan istilah synchronous (sinkron) dan asynchronous (asinkron). Dalam artikel JS-22 ini, kita bakal membahas perbedaan keduanya dengan kacamata proses paralel ala garasi modifikasi. Simak sampai habis, karena ada contoh kode yang bisa kamu coba langsung di browser!

Proses Simultan di Dunia Otomotif: Analoginya Begini

Bayangin kamu sedang melakukan tuning mesin dan sekaligus mengecek sistem rem. Jika kamu hanya mengerjakan satu tugas dulu sampai selesai baru lanjut ke tugas berikutnya, ini sama dengan proses **synchronous**. Tapi kalau kamu bisa memanggil teman membantu pasang rem sambil kamu utak-atik mesin, dan hasilnya nanti kamu integrasikan — itulah **asynchronous**. Dengan pendekatan ini, pekerjaan bisa jalan “paralel” walaupun waktunya tumpang tindih. Ini penting supaya workshop gak stuck cuma nunggu satu proses selesai, mirip pengembangan sistem yang berlangsung tanpa hambatan.

Terminologi: Synchronous vs Asynchronous

– **Synchronous**: Semua kode dijalankan berurutan, satu per satu. Kalau ada bagian yang butuh waktu lama (misalnya baca file besar atau request data), semua script “berhenti” dulu sampai tugas itu kelar. Jadi, blocking.
– **Asynchronous**: Kode yang butuh waktu lama tetap dijalankan, tapi proses lain tetap berjalan tanpa menunggu. JavaScript tidak berhenti; dia gunakan callback, promise, atau async/await untuk menangani hasil yang datang belakangan. Jadi, non-blocking.

Bayangkan seperti kerja tim mekanik: kalau jadi synchronous, semua berhenti kalau ada part yang tertunda; kalau asynchronous, tiap member kerja sesuai bagian masing-masing, saling fleksibel.

Blocking vs Non-Blocking: Contoh Kode Sederhana yang Bisa Dicoba

Supaya lebih jelas, mari kita mulai dari contoh paling basic: simulasi proses synchronous yang blocking.

// Contoh synchronous blocking
console.log("Mulai servis mesin");

// Fungsi simulasi delay blocking (misal proses reading data berat)
function delayBlocking(ms) {
  const now = Date.now();
  while (Date.now() - now < ms) {
    // Tunggu tanpa melakukan apa-apa, blocking
  }
}

delayBlocking(3000); // tunggu 3 detik, blocking

console.log("Servis mesin selesai");
console.log("Mulai cek rem");

Kalau kamu jalankan, output baru lanjut setelah 3 detik selesai si delayBlocking. Ini kayak kamu gak bisa lanjut kerja lain sampai proses ini kelar.

Sekarang coba contoh asynchronous dengan `setTimeout` yang non-blocking.

// Contoh asynchronous non-blocking
console.log("Mulai servis mesin");

setTimeout(() => {
  console.log("Servis mesin selesai");
}, 3000); // proses 3 detik tapi non-blocking

console.log("Mulai cek rem");

Output akan berbeda, “Mulai cek rem” muncul sebelum “Servis mesin selesai”. Ini contoh simpel proses paralel, di mana task berat (servis mesin) berjalan di background tanpa menghentikan pekerjaan baru (cek rem).

Contoh Realistis: Fetch Data Simulasi dengan Promise dan Async/Await

Kalo di dunia nyata aplikasi web, kita sering harus menunggu data dari server. Nah, ini contoh dengan promise dan async/await yang bikin kode tetap rapih tanpa blocking, cocok banget buat sistem online marketplace atau aplikasi IoT di kendaraan masa depan.

// Simulasi fetch data kendaraan pakai Promise
function fetchVehicleData() {
  return new Promise((resolve) => {
    setTimeout(() => {
      resolve({ model: "Toyota Avanza 2025", status: "Siap jalan" });
    }, 2000); // simulasi server delay 2 detik
  });
}

async function checkVehicleStatus() {
  console.log("Cek status kendaraan...");
  const data = await fetchVehicleData();
  console.log("Data kendaraan diterima:", data);
  console.log("Semua cek selesai, siap pakai!");
}

checkVehicleStatus();

console.log("Melanjutkan tugas lain sambil nunggu data...");

Kode ini menunjukkan bagaimana JavaScript bisa tetap responsif, menjalankan aktivitas lain sembari menunggu data datang, mirip mekanik yang mengurus dokumen sambil menunggu spare part tiba. Sistem jadi efisien dan cepat merespons.

Masa Depan: Dari Garasi ke Algoritma – Sistem Responsif

Di era otomotif 2025, kendaraan cerdas bahkan sudah mulai pakai sistem terkoneksi real-time yang memerlukan proses paralel. Mirip programmer JavaScript pakai asynchronous untuk memaksimalkan performa aplikasi, para engineer juga memanfaatkan teknologi komunikasi dan sensor agar kerjanya lancar tanpa hambatan. Pemahaman synchronous dan asynchronous ini jadi kunci membangun program yang tidak cuma bekerja keras tapi juga cerdas dalam mengatur proses.

Kalau kamu serius ingin merakit aplikasi atau sistem otomotif yang handal, mengenal konsep ini adalah seperti kamu harus paham timing terbaik saat menyetel mesin agar tenaga keluar maksimal tanpa boros bahan bakar.

Selamat mencoba contoh kodenya, dan ingat: kerja paralel itu bukan cuma soal kecepatan, tapi juga efisiensi!

SummarizeShare234
admin

admin

Related Stories

Alt text SEO-friendly

Memahami Scope dan Umur Variabel di Python: Panduan Lengkap untuk Pemula dan Intermediate

by admin
December 27, 2025
0

Kalau kamu sering utak-atik kode Python, pasti pernah dengar istilah *scope* dan *umur variabel*. Dua konsep ini kayak aki dan mesin di mobil, keduanya saling bantu supaya program...

Alt text SEO-friendly

Menulis Fungsi Python dengan Cara yang Benar: Panduan Clean Code untuk Pemula

by admin
December 27, 2025
0

Di dunia otomotif, kita selalu ingin mesin bekerja mulus dan efisien, kan? Sama halnya dengan menulis fungsi di Python yang harus rapi dan mudah dipahami. Fungsi yang “bersih”...

Pola Looping Pythonic yang Wajib Dipahami untuk Algoritma Efisien

by admin
December 27, 2025
0

Kalau kamu sering kulik-kulik kode Python buat modifikasi script atau ngerjain algoritma otomotif, pasti gak asing sama yang namanya **looping**. Di dunia coding, khususnya Python, ada banyak cara...

List dalam Python: Struktur Data Paling Sering Digunakan untuk Pemula

by admin
December 27, 2025
0

Kalau kamu lagi ngulik Python, pasti nggak asing sama struktur data yang namanya **list**. Bayangin list itu kayak rak penyimpanan di garasi kamu — bisa ditempati aneka barang...

Next Post

Conditional Logic di JavaScript: if, else, switch untuk Mode Berkendara Mobil

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

otokreasi

Otokreasi.com adalah media inovasi dan mobilitas cerdas asal Indonesia yang menjembatani dunia kreativitas otomotif dengan kecerdasan teknologi modern. Berawal dari akar budaya modifikasi dan gaya hidup otomotif, Otokreasi kini mengeksplorasi bagaimana AI, IoT, dan transformasi digital membentuk masa depan mobilitas, desain, dan budaya.

Recent Posts

  • Berbagi Pengalaman Menginap Kota Baru Parahyangan Sekaligus Tempat Transit Sebelum Pulang ke Jakarta
  • Kereta Panoramic ke Bandung: Perjalanan yang Jadi Bagian dari Liburan
  • 36 Menit Padalarang–Halim: Kereta Cepat dan Perasaan Jarak yang Berubah

Categories

  • AI
  • Algoritma
  • Cerita Berita
  • Fitur AI
  • Garasi
  • Generative AI
  • Iklan
  • LLM
  • Telekomunikasi
  • Cerita Berita
  • Garasi
  • Algoritma
  • Contact Us

© 2025 otokreasi - Indonesia’s smart mobility and innovation media by Mudah Tech Team.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Powered by
...
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by
No Result
View All Result
  • Garasi
  • Cerita Berita
  • Generative AI
  • Fitur AI
  • Telekomunikasi
  • Algoritma

© 2025 otokreasi - Indonesia’s smart mobility and innovation media by Mudah Tech Team.