Kalau kamu hobi utak-atik mobil di garasi, pasti paham pentingnya memecah kendaraan jadi bagian-bagian modul. Mulai dari mesin, transmisi, hingga sistem kelistrikan, semuanya dipisah supaya mudah diperbaiki, dirawat, dan tentu saja dimodifikasi. Nah, konsep serupa berlaku di dunia pemrograman, terutama saat kita bikin algoritma yang kompleks—modular code, alias kode modular, adalah jurusnya. Di artikel JS-31 ini, kita bakal ulik cara memecah algoritma jadi bagian-bagian kecil dan bagaimana ini bisa bikin kode JavaScript kita lebih rapih, efisien, dan gampang dikembangin.
Modul Kendaraan: Analoginya di Dunia Otomotif
Bayangkan kamu hendak menservice mobil, tapi komponennya nggak modular alias menyatu jadi satu blok besar. Misal, bagian rem menyatu dengan bagian knalpot, mau servis satu bagian harus bongkar semua. Ribet dan rawan rusak.
Itu kenapa pabrikan motor dan mobil modern membagi mobil jadi modul-modul: mesin, suspensi, sistem injeksi bahan bakar, etc. Dengan sistem modular, kalau ada yang bermasalah tinggal buka modul tersebut, tanpa bongkar keseluruhan.
Di coding, modular system juga sama. Alih-alih menulis kode algoritma raksasa dalam satu “blok”, kita pecah jadi bagian kecil yang bisa dipanggil kapan saja dan dipakai ulang. Bayanginnya seperti paket modul sparepart, tinggal pasang atau ganti sesuai kebutuhan.
Apa itu Modular Code?
Modular code adalah teknik memecah program menjadi blok fungsi, objek, atau file yang saling terpisah namun tetap terintegrasi. Masing-masing modul punya tugas spesifik dan bertanggung jawab atas bagian kecil dari keseluruhan program.
Keuntungannya:
– Mudah maintenance — tiap bagian jelas fungsinya
– Reusable — kode bisa dipakai ulang di proyek lain
– Scalability — gampang ditambah fitur baru tanpa merusak kode lama
Contoh konsep modul sederhana, kamu bikin satu module untuk menghitung pajak kendaraan, satu lagi untuk menghitung diskon, lalu gabungkan hasilnya.
Contoh modular sederhana pakai fungsi
// Module hitungPajak.js
function hitungPajak(harga) {
return harga * 0.1; // Pajak 10%
}
// Module hitungDiskon.js
function hitungDiskon(harga, diskonPersen) {
return harga * (diskonPersen / 100);
}
// Module utama yang menggabungkan keduanya
function hargaAkhir(harga, diskonPersen) {
const pajak = hitungPajak(harga);
const diskon = hitungDiskon(harga, diskonPersen);
return harga + pajak - diskon;
}
console.log(hargaAkhir(100000, 5)); // Output: 105000
Contoh Modular Code dalam JavaScript
Nah, sekarang kita bikin contoh modular yang sedikit lebih realistis untuk simulasi modul sistem kelistrikan kendaraan. Pertama, modul penghitungan daya baterai, kemudian modul pengecekan status kelistrikan.
// Modul daya baterai
const batteryModule = (() => {
let capacity = 100; // kapasitas maksimal baterai dalam kWh
let currentCharge = 100; // baterai penuh
return {
discharge(amount) {
currentCharge -= amount;
if (currentCharge < 0) currentCharge = 0;
},
charge(amount) {
currentCharge += amount;
if (currentCharge > capacity) currentCharge = capacity;
},
getStatus() {
return `Baterai saat ini: ${currentCharge}kWh dari ${capacity}kWh`;
}
};
})();
// Modul kelistrikan kendaraan
const electricalSystem = (() => {
let isOn = false;
return {
start() {
if (batteryModule.getStatus().includes('0kWh')) {
console.log('Baterai kosong, kendaraan tidak bisa dinyalakan');
return;
}
isOn = true;
console.log('Kendaraan dinyalakan');
},
stop() {
isOn = false;
console.log('Kendaraan dimatikan');
},
getStatus() {
return isOn ? 'Kendaraan ON' : 'Kendaraan OFF';
}
};
})();
// Penggunaan modul-modul di atas
batteryModule.discharge(20);
console.log(batteryModule.getStatus()); // Baterai saat ini: 80kWh dari 100kWh
electricalSystem.start(); // Kendaraan dinyalakan
console.log(electricalSystem.getStatus()); // Kendaraan ON
batteryModule.discharge(80);
console.log(batteryModule.getStatus()); // Baterai saat ini: 0kWh dari 100kWh
electricalSystem.start(); // Baterai kosong, kendaraan tidak bisa dinyalakan
Contoh ini memperlihatkan:
– Bagaimana tiap modul hanya fokus pada tugas tertentu
– State masing-masing modul tersembunyi dan cuma diakses lewat fungsi yang terdefinisi dengan jelas
– Kolaborasi antar modul tanpa saling membuka “mesin” internalnya
Masa Depan: Dari Garasi ke Algoritma
Sama halnya dengan otomotif yang kini mengadopsi sistem elektronik dan komputasi canggih, pengembangan perangkat lunak pun semakin mengarah ke sistem modular yang scalable dan mudah di-maintain. Dengan membiasakan diri memecah algoritma jadi modules kecil, kita bisa membangun aplikasi yang tak hanya rapi tapi juga tahan banting saat fitur baru datang.
Bayangkan kamu membangun “engine” JavaScript yang kuat layaknya mesin mobil performa tinggi — modularitas adalah blok fundamentalnya. Mulai dari algoritma sederhana, ke depan kamu bisa tambah sensor AI, integrasi IoT kendaraan, atau bahkan sistem self-driving. Semuanya bisa berlangsung mulus dengan modular code yang terstruktur.
—
Mau kode kamu makin terawat dan mudah scale-up? Yuk mulai biasakan bikin modul-modul kecil saat tulis algoritma. Ingat, seperti halnya motor yang modular, kode modular akan bikin hidup kita di dunia programming lebih ringan dan fleksibel.
Jangan lupa cek juga artikel terkait lainnya di Otokreasi.com dan share pengalaman kamu modifikasi kode algoritma JavaScript di kolom komentar!



