• Mudah Technology
Monday, January 12, 2026
  • Login
otokreasi
  • Garasi
  • Cerita Berita
  • Generative AI
  • Fitur AI
  • Telekomunikasi
  • Algoritma
  • Iklan
No Result
View All Result
  • Garasi
  • Cerita Berita
  • Generative AI
  • Fitur AI
  • Telekomunikasi
  • Algoritma
  • Iklan
No Result
View All Result
otokreasi
No Result
View All Result

Modular Code: Memecah Algoritma Menjadi Bagian Kecil untuk Kode JavaScript Efisien

admin by admin
December 20, 2025
in Algoritma
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Kalau kamu hobi utak-atik mobil di garasi, pasti paham pentingnya memecah kendaraan jadi bagian-bagian modul. Mulai dari mesin, transmisi, hingga sistem kelistrikan, semuanya dipisah supaya mudah diperbaiki, dirawat, dan tentu saja dimodifikasi. Nah, konsep serupa berlaku di dunia pemrograman, terutama saat kita bikin algoritma yang kompleks—modular code, alias kode modular, adalah jurusnya. Di artikel JS-31 ini, kita bakal ulik cara memecah algoritma jadi bagian-bagian kecil dan bagaimana ini bisa bikin kode JavaScript kita lebih rapih, efisien, dan gampang dikembangin.

Modul Kendaraan: Analoginya di Dunia Otomotif

Bayangkan kamu hendak menservice mobil, tapi komponennya nggak modular alias menyatu jadi satu blok besar. Misal, bagian rem menyatu dengan bagian knalpot, mau servis satu bagian harus bongkar semua. Ribet dan rawan rusak.

Itu kenapa pabrikan motor dan mobil modern membagi mobil jadi modul-modul: mesin, suspensi, sistem injeksi bahan bakar, etc. Dengan sistem modular, kalau ada yang bermasalah tinggal buka modul tersebut, tanpa bongkar keseluruhan.

Di coding, modular system juga sama. Alih-alih menulis kode algoritma raksasa dalam satu “blok”, kita pecah jadi bagian kecil yang bisa dipanggil kapan saja dan dipakai ulang. Bayanginnya seperti paket modul sparepart, tinggal pasang atau ganti sesuai kebutuhan.

Apa itu Modular Code?

Modular code adalah teknik memecah program menjadi blok fungsi, objek, atau file yang saling terpisah namun tetap terintegrasi. Masing-masing modul punya tugas spesifik dan bertanggung jawab atas bagian kecil dari keseluruhan program.

Keuntungannya:
– Mudah maintenance — tiap bagian jelas fungsinya
– Reusable — kode bisa dipakai ulang di proyek lain
– Scalability — gampang ditambah fitur baru tanpa merusak kode lama

Contoh konsep modul sederhana, kamu bikin satu module untuk menghitung pajak kendaraan, satu lagi untuk menghitung diskon, lalu gabungkan hasilnya.

Contoh modular sederhana pakai fungsi

// Module hitungPajak.js
function hitungPajak(harga) {
  return harga * 0.1; // Pajak 10%
}

// Module hitungDiskon.js
function hitungDiskon(harga, diskonPersen) {
  return harga * (diskonPersen / 100);
}

// Module utama yang menggabungkan keduanya
function hargaAkhir(harga, diskonPersen) {
  const pajak = hitungPajak(harga);
  const diskon = hitungDiskon(harga, diskonPersen);
  return harga + pajak - diskon;
}

console.log(hargaAkhir(100000, 5)); // Output: 105000

Contoh Modular Code dalam JavaScript

Nah, sekarang kita bikin contoh modular yang sedikit lebih realistis untuk simulasi modul sistem kelistrikan kendaraan. Pertama, modul penghitungan daya baterai, kemudian modul pengecekan status kelistrikan.

// Modul daya baterai
const batteryModule = (() => {
  let capacity = 100; // kapasitas maksimal baterai dalam kWh
  let currentCharge = 100; // baterai penuh

  return {
    discharge(amount) {
      currentCharge -= amount;
      if (currentCharge < 0) currentCharge = 0;
    },
    charge(amount) {
      currentCharge += amount;
      if (currentCharge > capacity) currentCharge = capacity;
    },
    getStatus() {
      return `Baterai saat ini: ${currentCharge}kWh dari ${capacity}kWh`;
    }
  };
})();

// Modul kelistrikan kendaraan
const electricalSystem = (() => {
  let isOn = false;

  return {
    start() {
      if (batteryModule.getStatus().includes('0kWh')) {
        console.log('Baterai kosong, kendaraan tidak bisa dinyalakan');
        return;
      }
      isOn = true;
      console.log('Kendaraan dinyalakan');
    },
    stop() {
      isOn = false;
      console.log('Kendaraan dimatikan');
    },
    getStatus() {
      return isOn ? 'Kendaraan ON' : 'Kendaraan OFF';
    }
  };
})();

// Penggunaan modul-modul di atas
batteryModule.discharge(20);
console.log(batteryModule.getStatus()); // Baterai saat ini: 80kWh dari 100kWh

electricalSystem.start(); // Kendaraan dinyalakan
console.log(electricalSystem.getStatus()); // Kendaraan ON

batteryModule.discharge(80);
console.log(batteryModule.getStatus()); // Baterai saat ini: 0kWh dari 100kWh
electricalSystem.start(); // Baterai kosong, kendaraan tidak bisa dinyalakan

Contoh ini memperlihatkan:
– Bagaimana tiap modul hanya fokus pada tugas tertentu
– State masing-masing modul tersembunyi dan cuma diakses lewat fungsi yang terdefinisi dengan jelas
– Kolaborasi antar modul tanpa saling membuka “mesin” internalnya

Masa Depan: Dari Garasi ke Algoritma

Sama halnya dengan otomotif yang kini mengadopsi sistem elektronik dan komputasi canggih, pengembangan perangkat lunak pun semakin mengarah ke sistem modular yang scalable dan mudah di-maintain. Dengan membiasakan diri memecah algoritma jadi modules kecil, kita bisa membangun aplikasi yang tak hanya rapi tapi juga tahan banting saat fitur baru datang.

Bayangkan kamu membangun “engine” JavaScript yang kuat layaknya mesin mobil performa tinggi — modularitas adalah blok fundamentalnya. Mulai dari algoritma sederhana, ke depan kamu bisa tambah sensor AI, integrasi IoT kendaraan, atau bahkan sistem self-driving. Semuanya bisa berlangsung mulus dengan modular code yang terstruktur.

—

Mau kode kamu makin terawat dan mudah scale-up? Yuk mulai biasakan bikin modul-modul kecil saat tulis algoritma. Ingat, seperti halnya motor yang modular, kode modular akan bikin hidup kita di dunia programming lebih ringan dan fleksibel.

Jangan lupa cek juga artikel terkait lainnya di Otokreasi.com dan share pengalaman kamu modifikasi kode algoritma JavaScript di kolom komentar!

SummarizeShare234
admin

admin

Related Stories

Alt text SEO-friendly

Memahami Scope dan Umur Variabel di Python: Panduan Lengkap untuk Pemula dan Intermediate

by admin
December 27, 2025
0

Kalau kamu sering utak-atik kode Python, pasti pernah dengar istilah *scope* dan *umur variabel*. Dua konsep ini kayak aki dan mesin di mobil, keduanya saling bantu supaya program...

Alt text SEO-friendly

Menulis Fungsi Python dengan Cara yang Benar: Panduan Clean Code untuk Pemula

by admin
December 27, 2025
0

Di dunia otomotif, kita selalu ingin mesin bekerja mulus dan efisien, kan? Sama halnya dengan menulis fungsi di Python yang harus rapi dan mudah dipahami. Fungsi yang “bersih”...

Pola Looping Pythonic yang Wajib Dipahami untuk Algoritma Efisien

by admin
December 27, 2025
0

Kalau kamu sering kulik-kulik kode Python buat modifikasi script atau ngerjain algoritma otomotif, pasti gak asing sama yang namanya **looping**. Di dunia coding, khususnya Python, ada banyak cara...

List dalam Python: Struktur Data Paling Sering Digunakan untuk Pemula

by admin
December 27, 2025
0

Kalau kamu lagi ngulik Python, pasti nggak asing sama struktur data yang namanya **list**. Bayangin list itu kayak rak penyimpanan di garasi kamu — bisa ditempati aneka barang...

Next Post

Conditional Logic di JavaScript: if, else, switch untuk Mode Berkendara Mobil

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

otokreasi

Otokreasi.com adalah media inovasi dan mobilitas cerdas asal Indonesia yang menjembatani dunia kreativitas otomotif dengan kecerdasan teknologi modern. Berawal dari akar budaya modifikasi dan gaya hidup otomotif, Otokreasi kini mengeksplorasi bagaimana AI, IoT, dan transformasi digital membentuk masa depan mobilitas, desain, dan budaya.

Recent Posts

  • Berbagi Pengalaman Menginap Kota Baru Parahyangan Sekaligus Tempat Transit Sebelum Pulang ke Jakarta
  • Kereta Panoramic ke Bandung: Perjalanan yang Jadi Bagian dari Liburan
  • 36 Menit Padalarang–Halim: Kereta Cepat dan Perasaan Jarak yang Berubah

Categories

  • AI
  • Algoritma
  • Cerita Berita
  • Fitur AI
  • Garasi
  • Generative AI
  • Iklan
  • LLM
  • Telekomunikasi
  • Cerita Berita
  • Garasi
  • Algoritma
  • Contact Us

© 2025 otokreasi - Indonesia’s smart mobility and innovation media by Mudah Tech Team.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Powered by
...
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by
No Result
View All Result
  • Garasi
  • Cerita Berita
  • Generative AI
  • Fitur AI
  • Telekomunikasi
  • Algoritma

© 2025 otokreasi - Indonesia’s smart mobility and innovation media by Mudah Tech Team.