Pernah dengar istilah LLM saat membaca berita tentang kecerdasan buatan seperti ChatGPT? Banyak yang mengira LLM itu sama dengan AI, padahal sebenarnya sedikit berbeda.
LLM adalah singkatan dari Large Language Model — atau dalam bahasa Indonesia, Model Bahasa Berskala Besar.
Bayangkan LLM seperti otak yang sudah membaca miliaran kalimat dari internet, buku, dan artikel. Dari semua bacaan itu, ia belajar memahami pola bahasa manusia — bagaimana kalimat dibentuk, bagaimana kita menjawab pertanyaan, bahkan gaya bicara kita.
Nah, AI (Artificial Intelligence) itu istilah yang lebih luas. AI mencakup semua teknologi yang meniru cara berpikir manusia — bukan cuma bahasa, tapi juga penglihatan komputer (computer vision), pengenalan suara, sampai mobil tanpa pengemudi.
Jadi, bisa dibilang:
Semua LLM adalah bagian dari AI, tapi tidak semua AI adalah LLM.
LLM seperti ChatGPT, Gemini, atau Claude adalah contoh AI yang fokus pada bahasa.
Mereka bisa menulis, menerjemahkan, menjelaskan, bahkan bercakap-cakap — karena “otak” mereka dilatih untuk memahami dan menghasilkan teks.
Singkatnya, LLM adalah mesin bahasa dalam dunia AI, yang membuat percakapan antara manusia dan mesin terasa semakin alami.





