Kalau ngomongin ADAS, banyak yang langsung kebayang kamera canggih yang “melihat seperti manusia”. Padahal cara kerjanya jauh lebih menarik: ada kombinasi kamera, radar, dan algoritma AI yang bekerja barengan dengan presisi tinggi. Di OtoKreasi, kita sering dengar orang nyamain ADAS dengan sensor parkir biasa—padahal dua teknologi ini beda dunia!
Yuk kita bongkar cara kerja ADAS di mobil-mobil Indonesia tahun 2025 dengan bahasa garasi yang santai tapi tetap teknis.
Apa Itu ADAS dan Bagaimana Cara Kerjanya?
ADAS (Advanced Driver Assistance Systems) adalah sistem bantuan mengemudi yang menggabungkan kamera, radar, dan sensor lain untuk membaca kondisi jalan dan membantu mobil mengambil keputusan.
Ini bukan sensor parkir yang hanya pakai ultrasonic. ADAS jauh lebih pintar karena:
✔ Kamera menangkap citra jalan
Mendeteksi:
- mobil depan
- pejalan kaki
- garis jalan
- rambu
- objek kecil
Ini dilakukan oleh AI Vision (neural network), bukan sekadar rumus matematika.
✔ Radar menghitung jarak + kecepatan objek secara akurat
Dengan metode:
- time-of-flight
- doppler shift
Radar bersifat deterministic, tapi datanya tidak cukup kalau berdiri sendiri.
✔ Sensor Fusion menggabungkan semuanya
AI sensor fusion memadukan:
- kamera (AI)
- radar (matematis)
- IMU
- ultrasonic
Agar sistem bisa memutuskan:
- kapan mengerem
- kapan akselerasi
- kapan menjaga jarak
- bagaimana mobil tetap di jalur
ADAS itu gabungan 70% AI, 30% kontrol mekanis.
Manfaat ADAS di Mobil Indonesia
Di jalanan Indonesia yang ramai, macet, dan kadang tidak teratur, ADAS sangat membantu.
Contoh nyata di BYD, Wuling, Honda, Hyundai, Toyota:
✔ Adaptive Cruise Control (ACC)
Menjaga jarak aman dengan mobil depan.
✔ Lane Keeping & Lane Departure Warning
Membantu mobil tetap di jalur.
✔ Automatic Emergency Braking
Mendeteksi bahaya dan mengerem otomatis.
✔ Traffic Jam Assist
Membantu di kemacetan pelan-pelan.
✔ Rear Cross Traffic Alert
Mendeteksi kendaraan saat mundur.
Semua ini bekerja 100% offline, tanpa internet, langsung di chip AI mobil seperti Snapdragon Auto, NVIDIA Orin, atau Mobileye.
“Kamera ADAS bukan ‘melihat’, tapi ‘mengerti’. Itulah bedanya manusia dengan algoritma AI vision yang dilatih dari jutaan gambar.”
Masa Depan: Dari Garasi ke Algoritma
Ke depan, teknologi ADAS akan makin pintar. Algoritma vision makin akurat, radar makin halus, dan path prediction makin manusiawi. Mobil tidak akan hanya membaca jalan, tapi juga memprediksi niat objek di sekitar.
Kalau mau lihat contoh algoritma AI yang dipakai sehari-hari dalam navigasi, kamu bisa cek artikel ini:
➡️ Internal link: Algoritma Pathfinding: Cara AI Cari Jalan Pintas di Google Maps
Kesimpulan
ADAS menggunakan AI pada kamera dan sensor fusion, bukan sekadar sensor ultrasonic seperti parkir konvensional.
CTA wajib:
- Share pendapat kamu di komentar!
- Ikuti OtoKreasi untuk update ADAS setiap hari.



