Pernah nggak sih Google Maps nyaranin jalan tikus yang bikin sampe 10 menit lebih cepat, padahal macet parah? Rahasianya: Algoritma Pathfinding — AI pintar yang “main catur” di peta digital! Di OtoKreasi, kita bahas santai: Dari Dijkstra ke A*, AI ini ubah garasi jadi navigator pro. Cocok buat modifikator yang suka rute off-road.
Pathfinding Ngapain Aja di Google Maps?
Pathfinding itu algoritma cari rute optimal di graf (jalan = titik, jarak = bobot). Google pakai A* (A-Star): Kombinasi jarak real + prediksi (heuristik Euclidean). Contoh:
- Hitung biaya: Waktu + bensin + tol + macet real-time (dari 1 miliar user).
- Hindari jebakan: Banjir Jakarta? AI reroute via data BMKG.
- Update dinamis: 5G bantu latency <1 detik.
Di mobil lokal? Toyota Yaris Cross pakai versi sederhana untuk Adaptive Cruise.
Manfaat Nyata Buat Pengemudi & Fleet
Hemat 20% bensin: Rute pintas kurangi idle time di macet. Aman: Prediksi kecelakaan via pathfinding + V2X. Buat DIY? Integrasi Arduino GPS — pathfinding custom untuk velg off-road.
Insight bisnis: Gojek slash biaya 15% via Waze API (A* based). EV Wuling? Pathfinding optimasi baterai hingga 460 km range.
Masa Depan: Dari Garasi ke Algoritma
Besok, pathfinding quantum (hitung miliar opsi detik) + AR HUD. Inspirasi ChatGPT Desain Velg — AI generate rute + modifikasi velg bareng!
Algoritma pathfinding bikin AI Google Maps jadi sopir cadangan — jalan pintas, irit, aman! Kamu pakai Waze atau Maps? Share trik rute di komentar! Ikuti OtoKreasi buat update AI navigasi, pathfinding mobil, dan tips Google Maps Indonesia.





