• Mudah Technology
Monday, January 12, 2026
  • Login
otokreasi
  • Garasi
  • Cerita Berita
  • Generative AI
  • Fitur AI
  • Telekomunikasi
  • Algoritma
  • Iklan
No Result
View All Result
  • Garasi
  • Cerita Berita
  • Generative AI
  • Fitur AI
  • Telekomunikasi
  • Algoritma
  • Iklan
No Result
View All Result
otokreasi
No Result
View All Result

Apa Itu Python dan Mengapa Bahasa Ini Diciptakan: Sejarah dan Filosofi untuk Pemula

admin by admin
December 27, 2025
in Algoritma
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Python, mungkin sudah gak asing buat kamu yang suka utak-atik kode. Tapi tahu gak, kenapa dan bagaimana Python diciptakan? Sama seperti modifikasi mesin yang punya cerita sejarah dan filosofi khusus, Python juga punya latar belakang yang menarik dan alasan kuat kenapa programmer memilihnya. Yuk, kita ngobrol santai tentang sejarah dan filosofi Python, serta sedikit kenapa Python itu istimewa dari sisi algoritma, dengan contoh kode JavaScript biar makin greget!

Awal Mula Python: Dari Garasi hingga Dunia Pemrograman

Python lahir pada akhir tahun 1980-an di Belanda, hasil karya Guido van Rossum. Ibarat seseorang yang mulai ngoprek mobil di garasi rumah, Guido ingin membuat bahasa pemrograman yang mudah dipakai, mudah dimengerti, dan tidak ribet kayak bahasa pemrograman lain zaman itu. Dia pengen bahasa yang seperti mesin sederhana tapi powerful, bikin programmer bisa fokus ke solusi bukan ke sintaks.

Python dirilis pertama kali pada tahun 1991. Filosofi utamanya adalah “Readability counts” — yaitu, kode yang jelas lebih penting daripada kode yang keren tapi susah dipahami. Ini sangat mirip dengan filosofi modifikasi kendaraan yang memperhatikan fungsionalitas dan kemudahan perawatan.

Kalau di JavaScript, untuk contoh paling dasar mengenal Python, coba bayangkan membuat fungsi yang menampilkan salam:

// Contoh fungsi sederhana di JavaScript yang mirip dengan cara Python:
// Fungsi greet menyapa pengguna
function greet(name) {
  console.log(`Halo, ${name}! Selamat belajar Python dan JavaScript!`);
}
greet('Otokreasi');

Kode di atas mudah dimengerti, mirip dengan kode Python yang terkenal clean dan lugas.

Filosofi Desain Python yang Membuatnya Spesial

Python menekankan pada kebersihan kode. Dalam otomotif, ini seperti desain mesin yang modular dan gampang dibongkar pasang. Misalnya, indentasi pada Python wajib rapi karena itu bagian dari sintaks. Ini bikin kode Python kayak rak kendaraan yang tertata rapih—kalau kacau, mesin ngerespon lambat.

Filosofi lain yang diusung Python adalah “There should be one — and preferably only one — obvious way to do it”. Jadi, walau ada banyak cara modifikasi mesin, Python cuma punya satu cara terbaik agar coding tetap konsisten dan gak bikin pusing.

Kalau kamu pakai JavaScript, kamu bisa coba sederhanakan kode pengulangan yang juga sederhana dan bersih seperti gaya Python:

// Contoh pengulangan sederhana mirip gaya Python
// Menampilkan angka 1 sampai 5 secara berurutan
for (let i = 1; i <= 5; i++) {
  console.log(`Angka ke-${i}`);
}

Cara tersebut jelas dan mudah diikuti, cocok kalau kamu baru belajar algoritma dasar.

Mengapa Python Digunakan Banyak Orang? Simplicity dengan Power

Bayangkan kamu punya mobil tua yang mesinnya bisa di-tune-up untuk balapan tapi tetap nyaman untuk harian. Python juga seperti itu—bisa dipakai program sederhana, sekaligus kuat untuk data science, AI, web development, dan banyak lagi.

Kenapa banyak banget framework dan tools muncul dari Python? Karena komunitasnya besar dan mudah berkembang, seolah-olah semua penggemar modifikasi kendaraan kumpul di satu bengkel besar untuk sharing ilmu dan upgrade bareng.

Di JavaScript, kamu juga bisa bikin fungsi yang ngecek angka ganjil atau genap, konsep sederhana tapi berguna buat algoritma dasar. Yuk coba:

// Fungsi cek ganjil/genap
function cekGanjilGenap(num) {
  if (num % 2 === 0) {
    return `${num} adalah angka genap.`;
  } else {
    return `${num} adalah angka ganjil.`;
  }
}

console.log(cekGanjilGenap(10));
console.log(cekGanjilGenap(7));

Konsep seperti ini juga mudah diimplementasi di Python, menunjukan bahwa Python cocok untuk yang mulai belajar dan ingin cepat paham logika pemrograman.

Kapan dan Bagaimana Python Cocok untuk Kamu yang Hobi Otomotif dan Algoritma?

Kalau kamu penggemar otomotif dan algoritma, Python itu teman terbaik buat kamu karena sintaksnya nggak njelimet dan banyak pustaka (library) yang siap pakai, baik untuk simulasi kendaraan, control system, hingga AI.

Misalnya, kamu mau bikin simulasi sederhana sistem pengatur kecepatan mobil. Kamu bisa mulai dengan kode yang simpel dulu, lalu kembangkan jadi lebih kompleks.

Contoh sederhana simulasi kontrol kecepatan pakai JavaScript:

// Simulasi kontrol kecepatan sederhana
function kontrolKecepatan(targetKecepatan, kecepatanSekarang) {
  const perbedaan = targetKecepatan - kecepatanSekarang;
  
  if (perbedaan > 0) {
    return 'Gas dinaikkan';
  } else if (perbedaan < 0) {
    return 'Rem diinjak';
  } else {
    return 'Kecepatan stabil';
  }
}

console.log(kontrolKecepatan(80, 70)); // Gas dinaikkan
console.log(kontrolKecepatan(60, 60)); // Kecepatan stabil
console.log(kontrolKecepatan(50, 70)); // Rem diinjak

Dari sini, kamu bisa bayangin gimana Python bakal bantu kamu bikin algoritma lebih rumit tapi tetap mudah dimengerti.

Masa Depan: Dari Garasi ke Algoritma

Python sudah berkembang menjadi bahasa yang banyak dipakai untuk segala hal dari pengembangan web sampai riset AI. Sama halnya dengan modifikasi mesin yang terus upgrade dan inovasi, python juga terus improve. Kalau kamu suka utak-atik mesin, kamu pasti bakal nemu keseruan baru saat belajar Python untuk bikin program yang bisa membantu hobi otomotifmu.

Jadi, Python itu kayak teman mekanik yang handal: gampang diaja, penuh trik, dan siap diajak ngebut di jalan algoritma. Mulai dari konsep dasar sampai aplikasi canggih, Python akan selalu menjembatani kamu masuk ke dunia pemrograman dengan cara yang paling nyaman.

Kalau kamu tertarik eksplor lebih dalam, cobain latihan kode yang sudah kita bahas, lanjutkan eksperimen, dan rasakan sendiri kekuatan bahasa pemrograman yang satu ini.

Selamat belajar dan terus modifikasi kemampuanmu dengan Python dan JavaScript di garasi digital kamu!

SummarizeShare234
admin

admin

Related Stories

Alt text SEO-friendly

Memahami Scope dan Umur Variabel di Python: Panduan Lengkap untuk Pemula dan Intermediate

by admin
December 27, 2025
0

Kalau kamu sering utak-atik kode Python, pasti pernah dengar istilah *scope* dan *umur variabel*. Dua konsep ini kayak aki dan mesin di mobil, keduanya saling bantu supaya program...

Alt text SEO-friendly

Menulis Fungsi Python dengan Cara yang Benar: Panduan Clean Code untuk Pemula

by admin
December 27, 2025
0

Di dunia otomotif, kita selalu ingin mesin bekerja mulus dan efisien, kan? Sama halnya dengan menulis fungsi di Python yang harus rapi dan mudah dipahami. Fungsi yang “bersih”...

Pola Looping Pythonic yang Wajib Dipahami untuk Algoritma Efisien

by admin
December 27, 2025
0

Kalau kamu sering kulik-kulik kode Python buat modifikasi script atau ngerjain algoritma otomotif, pasti gak asing sama yang namanya **looping**. Di dunia coding, khususnya Python, ada banyak cara...

List dalam Python: Struktur Data Paling Sering Digunakan untuk Pemula

by admin
December 27, 2025
0

Kalau kamu lagi ngulik Python, pasti nggak asing sama struktur data yang namanya **list**. Bayangin list itu kayak rak penyimpanan di garasi kamu — bisa ditempati aneka barang...

Next Post
Alt text SEO-friendly

Apa Itu Python dan Mengapa Bahasa Ini Diciptakan: Historis & Filosofis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

otokreasi

Otokreasi.com adalah media inovasi dan mobilitas cerdas asal Indonesia yang menjembatani dunia kreativitas otomotif dengan kecerdasan teknologi modern. Berawal dari akar budaya modifikasi dan gaya hidup otomotif, Otokreasi kini mengeksplorasi bagaimana AI, IoT, dan transformasi digital membentuk masa depan mobilitas, desain, dan budaya.

Recent Posts

  • Berbagi Pengalaman Menginap Kota Baru Parahyangan Sekaligus Tempat Transit Sebelum Pulang ke Jakarta
  • Kereta Panoramic ke Bandung: Perjalanan yang Jadi Bagian dari Liburan
  • 36 Menit Padalarang–Halim: Kereta Cepat dan Perasaan Jarak yang Berubah

Categories

  • AI
  • Algoritma
  • Cerita Berita
  • Fitur AI
  • Garasi
  • Generative AI
  • Iklan
  • LLM
  • Telekomunikasi
  • Cerita Berita
  • Garasi
  • Algoritma
  • Contact Us

© 2025 otokreasi - Indonesia’s smart mobility and innovation media by Mudah Tech Team.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Powered by
...
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by
No Result
View All Result
  • Garasi
  • Cerita Berita
  • Generative AI
  • Fitur AI
  • Telekomunikasi
  • Algoritma

© 2025 otokreasi - Indonesia’s smart mobility and innovation media by Mudah Tech Team.