Dalam dunia otomotif, terutama kendaraan modern, banyak sekali sistem yang bekerja secara otomatis berdasarkan aksi atau kondisi tertentu. Misalnya, tombol start engine yang digunakan untuk menghidupkan mobil atau sensor parkir yang memberi tahu kalau ada halangan di belakang mobil. Sistem-sistem inilah yang disebut event-driven, di mana suatu aksi dimulai sebagai respon terhadap event tertentu.
Automotive Introduction – Tombol & Sensor
Bayangkan saat kamu menginjak pedal rem, lampu rem langsung menyala. Atau saat menekan tombol start, mesin mobil otomatis hidup. Itu contoh sederhana dari event-driven system yang nyaris selalu menggunakan callback function—fungsi yang dipanggil saat event terjadi.
Di kendaraan, event bisa berasal dari tombol (fisik atau virtual), sensor (seperti sensor suhu, jarak, tekanan ban), atau bahkan data dari ECU (Electronic Control Unit). Ketika event ini terjadi, callback function bertugas menjalankan aksi spesifik, misalnya mematikan AC otomatis saat mesin mati untuk menghemat baterai.
Agar lebih paham, kita bawa konsep ini ke JavaScript: tombol dan sensor diibaratkan sebagai pemicu event, sedangkan callback function adalah logika yang merespon event tersebut.
Terminology Explanation – Callback
Apa sih callback function itu? Dalam istilah pemrograman, callback adalah sebuah fungsi yang *dilempar* sebagai argumen ke fungsi lain, lalu dieksekusi ketika event tertentu terjadi atau setelah fungsi utama selesai menjalankan tugasnya.
Kalau di dunia otomotif, callback seperti mekanik yang siap turun tangan ketika tombol ditekan atau sensor membaca kondisi tertentu. Callback memastikan aksi berjalan tepat sesuai keadaan tanpa harus memblokir atau menunggu proses lain selesai dulu.
Callback jadi fondasi utama dari sistem event-driven, yang membuat aplikasi (atau kendaraan modern) bisa responsif dan efisien.
Runnable JavaScript Code Snippet – Callback Example
1. Contoh Callback Sederhana: Tombol Start Engine
function tekanTombolStart(callback) {
console.log('Tombol start ditekan...');
// Simulasikan delay sebelum mesin hidup
setTimeout(() => {
callback('Mesin hidup, siap jalan!');
}, 1000);
}
function nyalakanMesin(message) {
console.log(message);
}
tekanTombolStart(nyalakanMesin);
Penjelasan: `tekanTombolStart` mengambil callback `nyalakanMesin` dan memanggilnya setelah delay simulasi penghidupan mesin.
2. Contoh Event Sensor Parkir dengan Callback
function sensorParkir(jarak, callback) {
if (jarak < 20) {
callback('Peringatan: Ada halangan di belakang!');
} else {
callback('Area belakang aman.');
}
}
sensorParkir(15, (pesan) => {
console.log(pesan);
});
Di sini, callback langsung ditulis sebagai fungsi anonim (arrow function) yang mencetak pesan sesuai jarak sensor.
3. Callback untuk Memutar Musik Otomatis Setelah Mesin Hidup
function mulaiMesin(cbSetelahMesinHidup) {
console.log('Menghidupkan mesin...');
setTimeout(() => {
console.log('Mesin sudah hidup.');
cbSetelahMesinHidup();
}, 1500);
}
function putarMusik() {
console.log('Memutar musik favorit...');
}
mulaiMesin(putarMusik);
Konsep: setelah mesin hidup (delay 1,5 detik), callback `putarMusik` otomatis dijalankan — mirip sistem entertainment mobil otomatis aktif saat starter.
Masa Depan: Dari Garasi ke Algoritma – Event-Driven Car
Sistem event-driven terus berkembang di dunia otomotif Indonesia 2025, dari tombol manual ke sensor pintar yang terkoneksi lewat IoT. Bayangkan mobilmu bukan cuma mendeteksi kondisi sekitar tapi juga belajar dari preferensi pengemudi dan lingkungan; semua itu bergantung pada callback, event handling, dan algoritma kompleks seperti asynchronous programming.
Di garasi otomotif kamu, memahami callback function sama artinya dengan menguasai dasar komunikasi mesin yang “ngomong” saat event terjadi. Ini kunci modifikasi pintar dan pengembangan kendaraan masa depan—dari tombol start sederhana sampai self-driving car.
Jadi, yuk mulai pahami callback dalam JavaScript agar bisa inovasi di dunia otomotif digital!




