Waktu baca: 3 menit
Kategori: Algoritma
Kode Seri: JS-09
Mode Berkendara: Mengatur Cara Mobil Melaju
Kalau kita bahas soal mode berkendara di mobil, pasti sudah nggak asing dengan opsi seperti Eco, Sport, Comfort, atau Normal, kan? Mode-mode ini mengatur bagaimana mesin dan sistem elektronik mobil merespons input dari gas, rem, dan lainnya. Misalnya, mode Sport buat yang suka sensasi pedal gas lebih ‘gila’, sementara mode Eco buat yang pengen hemat bensin.
Di dunia pemrograman JavaScript, pengambilan keputusan seperti memilih mode berkendara ini juga butuh logika. Nah, di sinilah fungsi conditional logic seperti `if`, `else`, dan `switch` bekerja, ibarat kontrol mode di mobil yang menentukan respon terhadap situasi tertentu.
Mengenal Terminologi: if, else, dan switch dalam Logika Kondisional
`if` dan `else` gampangnya ibarat tombol-switch kecil, dia bakal memeriksa suatu kondisi – kalau kondisi itu benar, maka jalankan perintah A, kalau salah, jalankan perintah B.
Contoh sederhananya:
“Mau pilih mode berkendara mana?”
– Jika pilih “Sport”, tampilkan pesan “Mode Sport aktif.”
– Kalau tidak, tampilkan “Mode lain aktif.”
Sementara itu, `switch` cocok ketika kamu punya banyak opsi, layaknya memilih di antara banyak mode berkendara.
Begini gambaran ringkasnya:
– `if` mengecek satu atau beberapa kondisi secara berurutan.
– `else` menangani kasus ketika kondisi `if` tidak terpenuhi.
– `switch` cocok untuk membandingkan satu variabel dengan banyak kemungkinan nilai.
Branching Logic dengan JavaScript: Contoh Kode yang Mudah Dijalankan
Analoginya, kita buat program kecil yang nyari tahu mode berkendara berdasarkan pilihan pengguna. Yuk kita buat snippet pertama yang sederhana pakai `if…else`:
// Prompt untuk input pilihan mode berkendara
const mode = prompt("Pilih mode berkendara: Eco, Sport, Comfort");
// Simple conditional logic dengan if-else
if (mode === "Sport") {
console.log("Mode Sport aktif: respons gas maksimal!");
} else if (mode === "Eco") {
console.log("Mode Eco aktif: hemat bahan bakar.");
} else if (mode === "Comfort") {
console.log("Mode Comfort aktif: perjalanan nyaman.");
} else {
console.log("Mode tidak dikenali. Gunakan mode Default.");
}
Kalau kamu mau yang lebih rapi dan terstruktur, bisa gunakan `switch` seperti ini:
// Fungsi memilih mode dengan switch case
function pilihMode(mode) {
switch (mode) {
case "Sport":
return "Mode Sport: performa tinggi, akselerasi cepat.";
case "Eco":
return "Mode Eco: optimalisasi pemakaian bahan bakar.";
case "Comfort":
return "Mode Comfort: pengendaraan nyaman dan halus.";
default:
return "Mode tidak tersedia, gunakan mode Normal.";
}
}
const pilihanUser = "Eco";
console.log(pilihMode(pilihanUser));
Selanjutnya contoh yang agak kompleks pakai penggabungan kondisi `if` di dalam `switch`. Misalnya, sebelum memutuskan mode, kita cek juga apakah kondisi cuaca cocok untuk mode tersebut:
function modeBerkendara(mode, cuaca) {
switch (mode) {
case "Sport":
if (cuaca === "hujan") {
return "Waspada! Jangan pakai mode Sport saat hujan.";
}
return "Sport aktif: performa optimal.";
case "Eco":
return "Eco aktif: irit bahan bakar.";
case "Comfort":
return "Comfort aktif: perjalanan santai.";
default:
return "Mode tidak dikenal.";
}
}
console.log(modeBerkendara("Sport", "cerah")); // Sport aktif: performa optimal.
console.log(modeBerkendara("Sport", "hujan")); // Waspada! Jangan pakai mode Sport saat hujan.
console.log(modeBerkendara("Eco", "hujan")); // Eco aktif: irit bahan bakar.
Kode di atas sudah merepresentasikan bagaimana logika bercabang bisa bekerja layaknya sistem yang memutuskan mode berkendara sesuai input variabel dan kondisi lain.
Masa Depan: Dari Garasi ke Algoritma – Sistem Adaptif
Kalau kita bayangkan masa depan mobil listrik dan otonom 2025-an di Indonesia, mesin gak cuma memilih mode berkendara manual, tapi juga adaptif sesuai kondisi jalan, cuaca, atau preferensi pengemudi.
Algoritma conditional logic akan terus jadi pondasi untuk sistem yang lebih pintar ini. Bayangkan, kondisi jalan licin otomatis mengubah mode berkendara ke “Safety”, atau kebiasaan mengemudi dimonitor untuk menyesuaikan setting mesin—semua dikendalikan lewat `if`, `else`, dan `switch` yang bersarang dan kompleks di balik layar.
Jadi, dari garasi sampai ke algoritma, conditional logic jadi jembatan penting buat menjadikan mobil kita lebih cerdas, responsif, dan efisien.
—
Mau coba bikin program mode berkendara kamu sendiri? Yuk, langsung praktik sambil utak-atik kode JavaScript di atas, dan rasakan sensasi jadi mechanic sekaligus programmer sekaligus!




