Kalau kamu pernah ngoprek Python atau sekadar belajar bahasa pemrograman, pasti kenal sama struktur kondisi seperti `if`, `elif`, dan `else`. Ini ibarat rem, gas, dan kopling dalam mobil; semuanya harus sinkron supaya fungsi kendali berjalan mulus sesuai kondisi di jalan. Artikel kali ini di JavaScript Algorithm Series bakal membahas logika pengambilan keputusan dasar menggunakan struktur kondisi dan sekaligus ngasih contoh pakai JavaScript yang bisa langsung kamu coba di console browser. Yuk, masuk ke pembahasan!
Apa Itu Struktur Kondisi?
Struktur kondisi adalah cara kita mengeksekusi kode program hanya jika kondisi tertentu terpenuhi. Jadi, program bisa “memutuskan” jalannya sendiri, mirip kayak kita yang memilih jalur di perempatan. Dalam bahasa Python, bentuk paling dasar adalah:
if kondisi:
# jalankan ini kalau kondisi true
elif kondisi_lain:
# kalau if false, cek kondisi lain
else:
# kalau semua kondisi false, jalankan ini
Nah, di JavaScript juga sama konsepnya. Struktur ini penting banget buat bikin program interaktif dan responsif.
Cara Kerja `if` di JavaScript
`if` adalah struktur pertama yang dicek. Kalau kondisi `if` benar (true), blok kode dalam `if` dijalankan, dan program loncat melewati blok lain `elif` atau `else`.
Contoh paling sederhana:
// Cek apakah nilai di atas 70, lulus atau tidak
const nilai = 75;
if (nilai > 70) {
console.log('Selamat, kamu lulus!');
}
Kalau kamu run kode di atas, program akan langsung tulis “Selamat, kamu lulus!” karena nilai memang lebih dari 70. Simpel, kan?
Pakai `else if` untuk Opsi Lebih Banyak
Kalau cuma `if-else` biasa, kita cuma dapat dua kemungkinan. Kadang kita butuh lebih dari dua pilihan, nah di sinilah `else if` (atau di Python biasa disebut `elif`) berguna.
Bayangin kamu lagi modifikasi motor. Kalau ABS aktif, lampu indikator menyala, kalau bukan, periksa rem cakram lain, kalau nggak ada juga, cek minyak rem. Logikanya mirip:
const sensorABS = false;
const sensorRemCakram = true;
if (sensorABS) {
console.log('ABS aktif, sistem aman.');
} else if (sensorRemCakram) {
console.log('Rem cakram berfungsi, hati-hati tetap jaga jarak.');
} else {
console.log('Periksa sistem rem segera!');
}
Kode di atas menunjukkan pilihan bertingkat sesuai kondisi sensor. Jadi, kalau sensor ABS false tapi sensor rem cakram true, program jalankan pesan buat hati-hati.
Bedanya `else` dengan `else if`
Kalau `else if` artinya ada kondisi lain yang mau kita cek, `else` berarti semua kondisi sebelumnya gak masuk alias default. Ibarat di bengkel, kalau nggak ada masalah di rem ABS maupun cakram, “else” itu berarti ya kondisi normal dan aman.
Contoh yang lebih kompleks:
const suhuMesin = 90;
if (suhuMesin > 110) {
console.log('Mesin terlalu panas! Matikan segera.');
} else if (suhuMesin > 80) {
console.log('Mesin mulai panas, periksa pendingin.');
} else {
console.log('Suhu mesin normal.');
}
Mesin dianggap normal kalau suhu di bawah atau sama dengan 80.
Membuat Fungsi Keputusan Sederhana dengan JavaScript
Sekarang kita coba buat fungsi yang menentukan jenis bensin yang cocok berdasarkan jenis kendaraan. Ini contoh kasus realistis biar kamu langsung bisa pakai konsep if-else if-else:
function jenisBensin(kendaraan) {
if (kendaraan === 'motor') {
return 'Premium 92';
} else if (kendaraan === 'mobil sedan') {
return 'Pertalite 95';
} else if (kendaraan === 'mobil sport') {
return 'Pertamax Turbo 98';
} else {
return 'Jenis kendaraan tidak dikenal, konsultasi ke bengkel.';
}
}
console.log(jenisBensin('motor')); // Premium 92
console.log(jenisBensin('mobil sport')); // Pertamax Turbo 98
console.log(jenisBensin('sepeda')); // Jenis kendaraan tidak dikenal, konsultasi ke bengkel.
Fungsi ini memudahkan pengambilan keputusan otomatis, mirip sistem injeksi otomotif yang menyesuaikan bahan bakar dengan kondisi mesin.
Tips Menggunakan Struktur Kondisi di Kehidupan Sehari-hari Programmer
– Jangan terlalu banyak `else if` bertingkat, karena kode jadi susah dibaca dan rawan error. Kalau perlu, coba pakai `switch` atau strategi lain.
– Selalu beri kasus `else` untuk antisipasi kondisi tak terduga, mirip kita sediakan alat cadangan saat touring motor.
– Gunakan operator perbandingan yang jelas (`===` dibanding `==` di JS) untuk menghindari bug.
Masa Depan: Dari Garasi ke Algoritma
Logika pengambilan keputusan memegang peranan penting dalam pengembangan software, seperti halnya rem, gas, dan kopling penting buat kendali kendaraan. Dengan menguasai struktur kondisi seperti `if`, `elif`, dan `else`, kamu punya dasar kuat buat bikin program yang pintar menentukan aksi sesuai situasi nyata. Yuk, terus eksplor kode, modifikasi, dan aplikasikan di berbagai project otomotif dan teknologi lainnya!
Kalau kamu suka artikel ini dan mau belajar lebih banyak soal algoritma dan coding, tetap stay tune sama Otokreasi.com ya. Jangan lupa share pengalaman kamu pakai struktur kondisi, siapa tahu bisa jadi materi seru di artikel berikutnya!




